CHAPTER 1, BAGIAN 1: AWAL MULA
Bumi terbentuk sekitar 4,54 miliar tahun setelah kejadian itu, melalui akresi dari nebula matahari. Perubahan biologis dan geologis terus terjadi di planet ini sejak terbentuk. Organisme terus berevolusi, berubah menjadi bentuk baru atau punah seiring perubahan Bumi. Proses tektonik lempeng memainkan peran penting dalam pembentukan lautan dan benua di Bumi, termasuk kehidupan di dalamnya. Biosfer memiliki dampak besar terhadap atmosfer dan kondisi abiotik lainnya di planet ini, seperti pembentukan lapisan ozon, proliferasi oksigen, dan penciptaan tanah.
***
Di Islandia pada abad ke-12 Masehi, lebih tepatnya tanggal 5 Agustus 1204. Sepasang suami istri yang bernama Elvar Baldurson dan Elisabet Arnordóttir, memiliki seorang anak lelaki yang baru lahir bernama Fannar Elvarson. Nama (Fannar) ini diberikan oleh tetua didesa tersebut yang bernama Mikkael, nama ini sendiri mempunyai arti yaitu Prajurit Kesatria. Setiap orang yang lahir memiliki 1 kemampuan istimewa, seperti ahli dalam sihir tertentu bahkan sampai bisa menggunakan teknik menghilang tanpa belajar. Akan tetapi waktu Fannar lahir ia memiliki 2 kemampuan istimewa yang belum diketahui bernama Infinite eternal atau bisa disebut Infinite Immortality dan Infinite Mana.
***
Karena Fannar seorang anak laki-laki, Fannar sering dilatih oleh ayahnya untuk bisa menguasai beladiri tangan kosong, ilmu berpedang beserta senjata lain, dan juga ilmu sihir sejak berusia 4 tahun sembari ingin tahu kemampuan dari Infinite Immortality tersebut. Sempat dicap sebagai kemampuan istimewa yang cacat, Elvar pun tetap menyemangati putranya yang selalu diejek oleh teman sebayanya. Dengan tubuh mungilnya Fannar kesulitan melakukan hal itu semua, dan selalu terluka saat latihan. Akan tetapi saat waktunya berlatih ilmu sihir dia seperti tertarik, dan selalu menuntut lebih untuk diajarkan ilmu ini.
Diawali dengan sihir Air, penciptaan air berbentuk gelembung sampai {WATER CUTTER} teknik menengah serangan air. Awal dia menggunakan sihir sempat tidak terkontrol dan menimbulkan ledakan mana, yang hampir mengenai rumah mereka. Dengan begitu ayahnya memberikan tongkat sihir kecil, yang ia gunakan waktu ia remaja guna mengontrol mana yang memang besar.
Penjelasan skill: {WATER CUTTER} teknik sihir menengah yang berguna untuk memotong suatu benda bahkan logam sekalipun.
Kelemahan: jarak dekat
Waktu casting:
1. Lvl 1 (2 detik). Mana cost 1%
2. Lvl Expert (without casting). Mana cost??
“Ayah kenapa aku diharuskan mempelajari semua ini?” tanya Fannar. Ayahnya tersenyum sembari mengatakan bahwa “ini semua untuk melindungimu orang-orang jahat, dari serangan hewan-hewan besar, bahkan mendamaikan peperangan”. “Apakah seperti monster atau sebagainya?” tanya Fannar sekali lagi. “Tentu, karena dunia menyimpan banyak sekali misteri yang bisa di luar nalar manusia” jawab ayahnya.
“Oh iya, nanti setelah latihan ini kamu ke rumah tetua Mikkael untuk mengantarkan pesanan makanannya tadi pagi, yah.. karena pasar sangat jauh jadi kasihan ibumu yang bolak-balik dari pasar tadi, jadi kamu yang mengantarkan makanannya, okay” kata ayahnya. “okay” jawab Fannar dengan ceria. “Tapi memangnya sudah jadi makanannya? Bukannya memasak itu lama” tanya Fannar. “Sudah jadi” sahut ibunya yang datang dari belakang sambil membawa keranjang berisi makanan. “ya sudah, cepat kamu kerumah tetua” suruh ayahnya. Tanpa berpikir panjang Fannar menuju ke rumah tetua dengan membawa keranjang tersebut.
***
Saat tiba di rumah tetua, “Kakek Mikkael, aku Fannar membawakan pesanan Anda”. “Oh Fannar, masuk saja” sahut Mikkael. Fannar pun masuk kerumahnya, karena ini pertama kalinya dia ke rumah tetua Mikkael. Dia terkejut saat melihat isi rumahnya. Terlihat pedang tua yang sangat besar beserta rompi perang yang terawat, waktu itu Mikkael tidak menggunakan jubah dibelakangnya dan terlihat sepasang sayap yang berada di punggungnya.
“(jadi yang dipunggungnya itu bukan tas besar toh, melainkan sayap)” gumam Fannar.
“Terima kasih nak, taruh dimeja tengah itu” kata Mikkael.
“Apakah Kakek ini seorang malaikat?” tanya Fannar.
Mikkael pun menjawab “yah.. itu dulu sebelum Alpha mengacaukan Khayangan”.
“Alpha? Siapakah dia?” tanya Fannar.
“(Sial aku keceplosan)” dalam hati Mikkael dengan menepuk keningnya sendiri. “Bukan apa-apa nak”.
“Eh.. kakek menyembunyikan sesuatu dari ku” kata Fannar dengan rasa kesal.
“Begini saja, Kakek akan meramal kamu dan menceritakan kisah yang bagus bagaimana?” Mikkael mengalihkan pembicaraannya.
“Meramal? Bukankah itu hanya mitos kek?” jawab Fannar dengan menggunakan pertanyaan.
“Eh.. tidak semua peramal bohong lho.. kakek dulu belajar dari kakak kakek, yah.. sebenernya bukan kakak kakek hanya saja di terlihat lebih kuat dari kakek, jadi kakek memanggilnya kakak” kata Mikkael sembari memegang tangan Fannar.
“Ba-baiklah, akan aku terima ramalan ini,omong-omong, siapa nama malaikat itu?” tanya Fannar.
“The One, dia yang kakek anggap sebagai kakak sendiri, baiklah sekarang biarkan kakek berkonsentrasi yah.. nak” jawab Mikkael.
Mikkael pun menutup mata dan merapalkan mantra, seketika tangan Fannar bercahaya sangat terang bahkan lebih terang dari siang hari pada waktu itu. Mikkael pun terkejut dan merapalkan mantra kembali secara serius untuk kali ini.
Fannar bertanya “ada apa kek? Apakah ada yang salah?”. Akan tetapi Mikkael tidak menjawab sepatah katapun, dan tetap serius melanjutkan ramalan berdasarkan tangan Fannar.
“Ini! Ya Tuhan sistem karma yang Anda ciptakan sudah mulai aktif, dan anak ini adalah karma dari perbuatan Alpha!” ucapan Mikkael sembari sujud syukur. “Yah? Apa maksudnya aku adalah sistem karma? Dan siapa sih Alpha itu?!” tanya Fannar dengan sangat kebingungan. “Bukan apa-apa nak, suatu hari nanti kamu akan tahu sendiri siapa dia sebenarnya” jawab Mikkael dengan raut wajah yang senang. “Jadi bagaimana dengan ramalan kakek? Apakah ada kesialan atau keberuntungan?” tanya Fannar. “Yang kakek lihat dari tanganmu, adalah perdamaian yang luar biasa berkat kerja kerasmu” jawab Mikkael. “Hmm.. o-o-okeeiy” jawab Fannar sedikit ragu.
“Bagaimana dengan kisah yang bagus tersebut? Apakah Kakek lupa?” tanya Fannar.
“ Oh, ya maaf. Akan kakek ceritakan sesuatu”
***
“ Pada suatu hari di laut lepas di Norwegia ada sebuah kapal yang berlayar mencari ikan. Tanpa mereka sadari seekor makhluk raksasa sedang mengintai mereka. Saat jaring mereka menangkap sebuah beban yang sangat berat, mereka berfikir kalau itu adalah ikan yang sangat banyak. Akan tetapi saat ditarik, nahkoda kapal tersebut merasa kapal yang ia kemudikan sedikit demi sedikit miring. Jaring besar itu pun terlepas dari pengait kapal, dan pengait kapal tersebut rusak seketika. Setelah itu terdengar suara dengungan dari bawah laut. Seketika burung-burung camar yang mencari ikan juga terbang ketakutan tanpa arah, bahkan ada yang sampai mati karena bertabrakan dengan burung camar yang lain. Pusaran air laut yang sangat besar pun terjadi di saat itu juga, yang membuat kapal terbawa pusaran tersebut. Nahkoda kapal pun kebingungan harus melakukan apa saat itu. Ditengah-tengah pusaran air tersebut, menyemburkan semburan air yang sangat tinggi sekitar 102 meter”. “wow, itu tinggi sekali!” ungkapan Fannar. Lalu Mikkael melanjutkan ceritanya “tidak sampai disitu saja, didalam semburan tersebut juga dibarengin suar yang bersinar tinggi sampai keluar dari atmosfer bumi”. “Itu menakjubkan, walaupun aku tidak tahu atmosfer itu apa” kata Fannar yang sangat bersemangat.
“Kemudian monster itu muncul dari bawah laut, nama monster itu adalah Kraken. Seekor makhluk berbentuk gurita namun sangat besar yang tingginya sekitar 50 meter, dan itu masih setengah dari badannya yang masih berada dalam laut. Kraken itu pun mengeluarkan tentakelnya yang sangat banyak dan besar, bahkan salah satu tentakelnya saja lebih besar dari kapal tersebut. Hampir saja kapal itu terkena hempasan dari salah satu tentakelnya, salah seorang dari kapal tersebut menahan hempasan yang sangat kuat dengan sihir {ATHENA SHIELD} tanpa casting dengan mudahnya. Dan menghujani Kraken tersebut pedang yang sangat banyak dengan teknik Alchemy. Dengan mengubah kandungan udara menjadi besi dengan titik lebur 1811 Kelvin, dibentuk dan kemudian didinginkan dengan cepat setelah pembentukan. Dengan bersamaan dan berulang-ulang di udara. Cara ini sangat efektif untuk membunuhnya, dan tidak lama setelah itu Kraken pun mati dengan tertancapnya ribuan pedang di seluruh tubuhnya. Bahkan ada beberapa pedang yang mampu menembus dari bagian kepala sampai mulut bagian bawah. Bangkai makhluk itu pun tenggelam dalam lautan Norwegia. Akan tetapi masalah belum selesai, karena pemilik monster besar itu muncul yaitu dewa Poseidon. Bahkan lebih tinggi dari Kraken sekitar 232 meter dari permukaan laut. Dengan ciri khasnya yaitu trisula, sayangnya sebelum dewa tersebut melayangkan serangan. Pemuda itu dengan cepat memotong kedua lengan dewa tersebut beserta memenggal kepalanya, disaat itulah jantung Es Poseidon terbuka dan dengan cepat pemuda itu melontarkan serangan Alchemy sekali lagi dan tepat mengenai jantung Es tersebut. Dengan mematikan Poseidon, pusaran air laut tersebut menjadi tenang seperti semula dan cerita pun berakhir”. Setelah panjang lebar menceritakan kisah itu, Fannar pun berterima kasih dan kagum terhadap pemuda yang ada didalam cerita tersebut. Dan Dia ingin menjadi pemuda itu suatu hari nanti.
Penjelasan skill: {ATHENA SHIELD} sebuah teknik sihir pertahanan berelemen cahaya yang langka ditemui, yang mampu menahan ledakan bintang bahkan teknik pertahanan ini bisa digunakan sebagai teknik sihir serangan. Bisa di casting berkali-kali dalam waktu bersamaan.
Kelemahan: Massa atau tekanan melebihi ledakan bintang bisa menghancurkannya
Waktu Casting:
1. Lvl 1 (5 detik). Mana cost: 11%
2. Lvl 2 (3 detik). Mana cost: 15% can reduce
3. Lvl 3 (1 detik). Mana cost: 20% can reduce
4. Lvl Expert (without casting) Mana cost ??
***
“Aku pamit pulang dulu Kakek, aku khawatir nanti Ayah dan Ibu mencariku” sambil melambaikan tangan di depan rumah tetua. Mikkael melambaikan tangannya juga. Kemudian Fannar pun pamit dari kediaman tetua Mikkael dengan membawa keranjang makanan yang sudah kosong untuk dikembalikan ke ibunya.
Mikkael pun bergumam “(asal kamu ketahui, pemuda itu adalah kamu dimasa depan nanti. Mungkin di realitas kamu menggunakan teknik sihir yang berbeda, tapi intinya kamu bisa membunuh kedua mahkluk itu)”
***
Saat perjalanan pulang, dia melihat seorang anak kecil yang sebaya dengannya. Dia terlihat kebingungan seperti mencari sesuatu yang hanya terlihat punggung dan satu alas kaki yang diikat di belakangnya celananya, kemudian Fannar mendekatinya dan bertanya “kamu sedang ngapain di semak-semak itu? Disitu banyak tanaman yang berduri lho!”. “Aduh, tanganku berdarah” anak itu kesakitan. “sudah dibilang disitu banyak tanaman berduri” ucapan jengkel Fannar. Anak itu kemudian keluar semak-semak, akan tetapi saat dia keluar dari semak-semak tidak terlihat sedikit darah pun walaupun Fannar tidak mempedulikannya. Lalu ia pun dan bertanya “apakah kamu tahu alas kaki seperti ini?” sambil menunjukkan alas kaki yang satunya. “Eh.. kamu kehilangan alas kaki toh, biar aku bantu mencarinya” seolah-olah Fannar menawarkan bantuan kepada anak itu. “Beneran nih? Terimakasih yah”. Akan tetapi saat anak itu berbalik Fannar langsung menarik alas kaki yang diikat dibelakang celananya tersebut. Kemudian Fannar berkata “ketemu!”. Spontan anak itu kaget dan terduduk malu karena tingkah lakunya sendiri. Dan bilang “terima kasih”. Setelah itu Fannar memperkenalkan dirinya.
“Aku Fannar Elvarson, kamu bisa panggil aku Fannar, jadi nama kamu?” tanya Fannar. “ Namaku Gottfrid, aku yatim piatu, bahkan aku tidak mengenal orang tua ku sendiri, senang bertemu denganmu” sambil malu berjabat tangan dengan Fannar. “Baiklah aku mau pulang dahulu langit sudah mulai petang” kata Fannar. “Benar, kalau begitu aku akan pulang juga” sahut Gottfrid. Dan mereka pun pulang kerumahnya masing-masing.
***
Komentar
Posting Komentar